Tawasuth : Kunjungan Prabowo ke Prancis Sepakati Kerja Sama Baru Senilai US$3,5 Miliar

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Paris, Prancis pada 26–29 Mei lalu dinilai sebagai langkah diplomasi taktis yang membawa dampak instan bagi kepentingan nasional. Salah satu indikator kesuksesannya adalah kesepakatan komersial baru yang bernilai fantastis.
Direktur Media Tawasuth, Wahyu Al Fajri, menyatakan bahwa publik harus melihat lawatan ini secara objektif dari kacamata hasil nyata. Dalam pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron, Prabowo sukses mengamankan komitmen kerja sama bernilai US$3,5 miliar atau setara Rp57 triliun (asumsi kurs Rp16.300) yang mencakup sektor energi bersih, perdagangan, hingga pertahanan.
“Diplomasi modern tidak bisa diukur hanya dari biaya perjalanan atau aspek seremonialnya. Yang jauh lebih penting adalah manfaat jangka panjang. Kunjungan Presiden Prabowo menunjukkan bagaimana diplomasi dikonversi menjadi peluang ekonomi dan investasi,” ujar Wahyu, Senin (1/6).
Selain mengantongi investasi triliunan rupiah, peluncuran France–Indonesia High Level Business Council juga dianggap menjadi katalis positif bagi hubungan pelaku usaha kedua negara. Wahyu menilai langkah ini sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Prancis adalah salah satu kekuatan ekonomi utama di Eropa. Ketika kemitraan ini kuat, peluang investasi, transfer teknologi, dan pembukaan lapangan kerja baru di dalam negeri akan terbuka lebar," tambahnya.
Posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik pun dinilai semakin diperhitungkan, meningkatkan daya tawar negara di panggung geopolitik dunia. Kendati demikian, Wahyu mengingatkan kementerian dan lembaga terkait untuk tidak terlena dan segera mengeksekusi kesepakatan tersebut.
“Yang harus dikawal sekarang adalah implementasinya. Diplomasi yang baik adalah diplomasi yang menghasilkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat,” pungkas Wahyu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



